Sikap Muslim Menghadapi Pemberitaan Mungkin Hoax Atau Bukan Hoax
Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh., Perkenalkan saya Wahyu Wilda Firmansyah, dari kelas 12 AKL 1. Saya bersekolah di SMKN 11 Jakarta. Pada hari ini saya akan menulis artikel tentang bagaimana sikap seorang muslim dalam menghadapi berita yang Hoax atau bukan Hoax.
Berita bohong atau hoaks adalah informasi yang sesungguhnya tidak benar, tetapi dibuat seolah-olah benar adanya. Hal ini tidak sama dengan rumor, ilmu semu, atau berita palsu, maupun April Mop. Tujuan dari berita bohong adalah membuat masyarakat merasa tidak aman, tidak nyaman, dan kebingungan. Dalam Islam, hal seperti ini sangatlah dilarang. Allah SWT berfirman dalam QS. An-Nur ayat 11 yang artinya: Janganlah kamu kira bahwa berita bohong itu buruk bagi kamu bahkan ia adalah baik bagi kamu.
Walaupun terdengar sepele, hoax dapat menimbulkan berbagai dampak negatif bagi netizen. Contohnya adalah
1. Hoax buang-buang waktu dan uang
membaca hoax dapat menimbulkan kerugian yang tidak sedikit bagi individu atau kantor tempatnya berkerja. Hal ini terjadi berkat produktivitas yang menurun akibat efek mengejutkan kabar hoax.
2. Hoax jadi pengalih isu
Di dunia maya, khususnya bagi para penjahat siber, hoax dapat digunakan untuk memuluskan aksi ilegal mereka. Ya, penjahat siber diketahui sering menyebar hoax soal adanya kerentanan sistem di sebuah layanan internet, misalnya Google Gmail.
Nah, dalam hoax tadi, si hacker bisa saja menyertakan tautan tertentu yang disarankan untuk diklik agar terhindar dari kerentanan sistem Gmail tadi. Padahal, tautan tadi justru berisi virus yang bisa membajak Gmail.
3. Hoax penipuan publik
Selain kehebohan, ada jenis hoax yang dibuat untuk mencari simpati dan uang. Hal ini pernah dialami oleh lembaga kanker Amerika, American Cancer Society (ACS). Saat itu muncul kabar hoax yang mengaku membutuhkan bantuan uang dari 500 orang demi membantu operasi seorang gadis kecil penderita kanker.
Banyak orang dilaporkan tertipu kabar ini dan akhirnya mengirimkan sejumlah uang pada rekening yang dicantumkan pada pesan hoax tadi.
4. Hoax pemicu kepanikan publik
Apakah Anda beberapa bulan lalu menerima pesan berantai soal tindak perampokan di Surabaya yang pelakunya menyilet wajah korban? Atau kabar hilangnya pesawat Garuda jurusan Jakarta-Palu?
Mungkin ini adalah tujuan hoax yang paling banyak diminati oleh si pembuat hoax, memicu terjadinya kepanikan publik. Bahkan, guna menghentikan kepanikan, biasanya media massa atau media online harus membantu masyarakat dan mengklarifikasi bila kabar-kabar tadi hanya hoax.
Kesimpulannya, sebagai umat Islam yang baik. Ketika kita mendapatkan berita yang belum tentu kebenarannya. Maka seharusnya kita terlebih dahulu untuk bertabayun. Tujuannya agar kita mendapatkan karifikasi serta penjelasan yang sebenarnya.
Itulah pendapat saya mengenai Sikap dalam menghadapi berita yang belum jelas kebenaranya. Saya meminta kritik dan saran untuk lebih baik lagi buat kedepannya, dan saya meminta maaf Atas segala kekurangan dalam tulisan yang telah saya buat ini
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarokatuh



Masyallah bagus sekali...
BalasHapusSangat bermanfaat 👍
BalasHapusMasyaAllah sangat menarik dan bermanfaat sekali artikelnya...
BalasHapusMasya Allah bagus sekali dan sangat bermanfaat👍 sukses terus yh kedepannya..
BalasHapusBagusss sekaliii✨✨
BalasHapusMasyaallahhh
BalasHapusMasyaallah terimakasih informasinya :)
BalasHapus